Saat beban terlalu berat, merunduklah. Karena saat itulah Allah ingin kita bersujud.
Dian Pelangi

lama tak bersua, kangen kamu, blog ku!! :)


Aku dalam diam sengaja tak menampakkn diri, agar engkau bena-benar’ menemukanku dlm cahaya sujudmu..
Aku tak banyak bicara karena aku takut ketika aku menyapa, engkau terpesona pada apa yang kuucap..
Aku menunduk malu, tak berani menatap mata binar yang engkau miliki, karena aku takut dapat memudarkan imanku…


SURAT CINTA SEORANG IKHWAN

(¯`v´¯)♥.:l:.♥.:l:.♥.(¯`v´¯)
`·.¸.·`(´’`v´’`)¸.•*`·.¸.·`♥♥♥♥♥♥♥(´’`v´’`)
… ..♥♥..♥`•.¸.•´.(¯`v´¯)(¯`v´¯)♥♥♥♥ `•.¸.•´♥..♥♥.
♥•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♥♥♥♥•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♥

♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫♥.

بِسْــــــ…ــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

(´’`v´’`) :: ::SURAT CINTA SEORANG IKHWAN:: ::
`•.¸.•´ * ƸӜƷ.¸¸¸.••..ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ
.¸.•´¸.•*¨)♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫♥.
(¸.•´ (¸.•´ ♥✿.•.✿. ✿.•.✿

♫•*¨*•.¸ﷲ¸.•*¨*•♫♥:♫*ღ♥☆♥ღ* •*¨*• *ღ♥☆♥ღ*♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ•

Berikut ini adalah sebuah surat cinta dari seorang ikhwan, yang ditujukan kepada seorang akhwat. 
Surat cinta ini, bukanlah sekedar surat cinta biasa, namun juga surat yang sarat dengan nilai islami. 
Surat ini menyiratkan perasaan seseorang yang sudah memendam perasaan terhadap seorang akhwat selama 2 tahun.





Assalamu’alaikum……
Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku
ƸӜƷ.¸¸¸.••..ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ



Tak terasa dua tahun aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. 
Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. 
Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu usaha untuk mencapainya.



Takukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku?
Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. 
Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangka ku. 

Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.



Sakit hatiku memang saat prasangka ku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. 
Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. 
Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.



Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku, 
ƸӜƷ.¸¸¸.••..ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ

Andai aku boleh meminta kepada Rabbku, mungkin aku ingin meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu.

Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. 
Andai aku buta, tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.



Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. 
Sebagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangka ku tentangmu..

Tentang dia karena sebagian prasangka adalah suatu kesalahan,mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangkamu terhadapku. 

Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).



Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, 
ƸӜƷ.¸¸¸.••..ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ


mungkin aku bukanlah pejantan tangguh yang siap untuk segera menikah denganmu.
Masih banyak sisi lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali. 
Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan belum saatnya memikirkan itu.
Sungguh aku tidak ingin menanggung beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan kelak jika hati ini tak mampu kutata, juga aku tidak ingin berpacaran denganmu.



Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, 
ƸӜƷ.¸¸¸.••..ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ

Mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada bidadari-ku nanti. 


Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, 
Tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukanlah dirimu.



Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, 
ƸӜƷ.¸¸¸.••..ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ

Tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku,
jika saja Dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu, tentu aku telah meminangmu bukan sebagai istriku namun sebagai kekasihku. 

Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu.



Aku yang tidak mengerti …



Ingin ku meminta kepadamu, sudikah engkau menungguku hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku?!

Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, 
kadang aku berpikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu… 
aku takut tak akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri mereka-mereka yang lain.



Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, 
ƸӜƷ.¸¸¸.••..ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ

ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. 
Mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini.
Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.



Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku,
ƸӜƷ.¸¸¸.••..ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ

mintalah kepada Rabb-mu, Rabb-ku, dan Rabb semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita. 

Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.



Wahai engkau yang sekarang kucintai, 
semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA.

ƸӜƷ.¸¸¸.••..ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ

´´´¶¶¶¶¶¶´´´´´´¶¶¶¶¶¶´´´
´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´
´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´´¶¶¶¶´´´
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´´¶¶¶¶´´´
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´¶¶¶¶¶ ´´´
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶ ´¶¶¶¶¶´´´
´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´
´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´
´´´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´
´´´´´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´
´´´´´´´´´¶¶¶¶¶¶¶¶´´´
´´´´´´´´´´´¶¶¶¶´´´Love U cOz ALLAH
´´´´´´´´´´´´¶¶ ´´´

♥ ♥
♥ Bismillah…..

Ya Rabbi…
pemilik CINTA sejati
Jikalau cintaku Kau ciptakn untuk dia
Tabahkn hatinya
Teguhkn imannya
Tegarkn dan temanilah dia dlm penantiannya,

Jikalau hatiku Kau ciptakn untuk dia,
Penuhi hatinya dgn kasih-MU
Terangi langkahnya dgn cahaya-MU

Kutitipkn cintaku pada-MU untuknya
Resapkn rinduku pada rindunya
Mekarkn cintaku b’sama cintanya
Satuknlah hidupku & hidupnya
Dalam Cinta-Mu..♥

(´’`v´’`)
`•.¸.•´♫” ♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸By: hamba ﷲ ¸¸.•*¨*•♫ “
.¸.•´¸.•*¨) Semoga bermanfa’at, InsyaALLAH….
(¸.•´ (¸.•´ ♥♥SALAM UHIBBUKUM FILLAH ♥ Aamiin ya Robbal ‘alamiin ♥♫♥♫
♫•*¨*•.¸ﷲ¸.•*¨*•♫♥:♫*ღ♥☆♥ღ* •*¨*• *ღ♥☆♥ღ*♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ•


cintailah seseorang itu dalam diam dalam hening kawan…..krn kita tdk tahu dan tak akn prnh tahu, hingga saatnya tiba…maka kuingatkan kepadamu tidakkah kau malu jka semua rasa telah kau umbar„ namun ternyata kelak bukan kau yg dia pilih untuk mendampingi hidupnya? Ketahuilah kawan cinta itu bgtu agung untk diumbar begitu mulia untuk ditampakan.


♥ … Cinta itu Ibarat Kupu-Kupu
Makin kau kejar, makin ia menghindar. Tapi bilau kau biarkan ia terbang, ia akan menghampirimu disaat kau tak menduga-duganya.

Cinta bisa membahagiakanmu tapi sering pula ia menyakiti mu, tapi cinta itu
hanya Istimewa… apabila kau berikan ada seseorang yang layak
menerimanya…..
Jaadii… teenaang-teenang saja jangan terburu-buru hingga kau bisa memilih yang terbaik.



Bismillahirrahmanirrahim..
Ya Allah..jika aku bukan PEMILIK tulang rusuknya
jangan biarkan aku MERINDUKAN kehadirannya
jangan biarkan aku melabuhkan HATIKU dihatinya
kikislah PESONANYA dari pelupuk MATAKU
Dan JAUHKANLAH dia dari relung hatiku…


Jika benar CINTA itu karena Allah, maka biarkanlah ia mengalir mengikut aliran Allah. 
Kerana hakikatnya ia BERHULU dari Allah, maka ia pun BERHILIR hanya kepada ALLAH…

Insya Allah, aamin Allahumma aamiin..


Galau

Entah memulainya dari mana. Saya ini tipe yang tidak suka memendam sesuatu sendiri. Kalo boleh meminjam istilah yang sering dipake teman-teman saya, saat ini saya GALAU, hehehehe.

Komitmen itu harus saya jalankan, ini pilihan saya. Bukan klise, tapi saya HARUS FOKUS setahun ke depan. Ada hal-hal yang jauh lebih penting untuk mendapat perhatian saya saat ini. Ia adalah masa depan. Termasuk menyelesaikan kuliah, bekerja, terus belajar memperbaiki diri, dan tentunya ingin lebih mendekat kepada-Nya.

Planning sudah saya susun. Tapi apalah artinya rencana kalo saya tidak benar-benar komit untuk menjalankannya. Diperlukan lebih dari sekedar janji, tetapi KOMITMEN. Salah satu idola saya pernah mengatakan : “Semua orang ingin maju dan sukses, tetapi kenyataannya hanya orang-orang yang benar-benar komitmen yang pada akhirnya benar-benar maju dan sukses.”

Disinilah… untuk bisa fokus menjalankan planning yang sudah saya buat, ada hal-hal yang harus saya korbankan, saya tunda, saya ‘keep’ sampai waktu yang lebih tepat tiba. Salah satunya adalah soal ‘hati’.

Jatuh cinta itu indah. Tetapi, terkadang saya merasa hal-hal semacam itu agak mengganggu fokus dan konsentrasi saya pada tujuan yang ingin saya capai. Terkadang juga saya merasa ‘bego’ saat saya melakukan hal-hal tidak penting karena seseorang yang saya suka. Itu menyita perhatian saya. Mungkin, saya hanya belum bisa mengontrol perasaan saja. Entahlah.

Dia spesial. Tidak sama dengan yang lain. Saya tidak ingin memujinya terlalu tinggi. Tapi hati saya bilang dia spesial.  Saya jatuh cinta. Sangat dalam. Kali ini mungkin caranya berbeda. Tetapi belum sekarang, belum saatnya untuk kita. Ada hal lain yang menjadi prioritas saat ini. Insya Allah dia juga punya pikiran yang sama.

Yang saya inginkan saat ini adalah menyimpan perasaan ini dalam-dalam untuk sementara waktu, sampai saya menyelesaikan apa yang harus saya selesaikan terlebih dahulu. Bisa saya melupakan dia sementara ini? Sementara saja. Realita yang terjadi justru sebaliknya. Semakin ingat, ingat, dan ingat. Sungguh ini cobaan. >.<

Tetapi saya yakin, saya bisa mengatasinya. Hanya soal waktu. Insya Allah saya bisa mengontrol perasaan saya dan belajar lebih bijak menangani urusan ‘hati’. Proses ini memang tidak mengenakkan, tapi ini pelajaran.